Senin, 07 Maret 2016

METODE PEMBELAJARAN GALLERY WALK (PAMERAN BERJALAN)



METODE PEMBELAJARAN GALLERY WALK (PAMERAN BERJALAN)



Pengertin Metode Gallery walk

Gallery Walk terdiri dari dua kata yaitu Gallery dan Walk. Gallery adalah pameran. Pameran merupakan kegiatan untuk memperkenalkan produk, karya atau gagasankepada khalayak ramai. Sedangkan Walk artinya berjalan, melangkah. Menurut Silberman, Gallery walk (Pameran berjalan) merupakan suatu cara untuk menilai dan mengingat apa yang telah siswa pelajari selama ini. Berdasarkan uraian tersebut, Gallery Walk ( Pameran berjalan ) merupakan suatu metode pembelajaran yang mampu mengakibatkan daya emosional siswa untuk menemukan pengetahuan baru dan dapat mempermudah daya ingat jika sesuatu yang ditemukan itu dilihat secara langsung. Gallery Walk ( Pameran berjalan ) juga dapat memotivasi keaktivan siswa dalam proses belajar sebab bila sesuatu yang baru ditemukan berbeda antara satu dengan yang lainnya maka dapat saling mengkoreksi antara sesama siswa baik kelompok maupun antar siswa itu sendiri.

Dengan menggunakan Gallery walk ( Pameran berjalan ) dapat mengatasi kendala-kendala pembelajaran seperti materi pelajaran diserap oleh siswa secara tidak maksimal sehingga hasil belajar siswapun belum maksimal, karena metode ini dapat mengefisienkan waktu pelajaran dan siswa dapat lebih mudah memahami pelajaran karena strategi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat suatu karya dan melihat langsung kekurangpahamannya dengan materi tersebut dengan melihat hasil karya teman yang lainnya dan dapat saling mengisi kekurangannya itu.

Metode Gallery Walk ( Pameran berjalan ) adalah metode pembelajaran yang menuntut siswa untuk membuat suatu daftar baik berupa gambar maupun skema sesuai hal- hal apa yang ditemukan atau diperoleh pada saat diskusi di setiap kelompok untuk dipajang di depan kelas. Setiap kelompok menilai hasil karya kelompok lain yang digalerikan, kemudian dipertanyakan pada saat diskusi kelompok dan ditanggapi. Penggalerian hasil kerja dilakukan pada saat siswa telah mengerjakan tugasnya. Setelah semua kelompok melaksanakan tugasnya, guru memberi kesimpulan dan klarifikasi sekiranya ada yang perlu diluruskan dari pemahaman siswa. Dengan demikian mereka dapat belajar dengan lebih menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan bisa tercapai.

Langkah-langkah Metode Gallery walk

METODE MIND MAPPING(PETA PIKIRAN)



METODE MIND MAPPING(PETA PIKIRAN)


Pengertian Mind Mapping (Peta Pikiran)

Metode Mind Mapping pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Tony Buzan pada awal tahun 1970-an. Para ahli mengemukakan definisi Mind Mapping diantaranya sebagai berikut :
1. Tony Buzan dalam bukunya “Buku Pintar Mind Mapp”, Mind Mapping adalah suatu cara mencatat yang kreatif, efektif dan secara harfiah akan menmetakan pikiran-pikiran.
2. Caroline Edward, Mind Mapping adalah cara paling efektif dan efisien untuk memasukan, menyimpan dan mengeluarkan data dari atau ke otak. Sistem ini bekerja sesuai cara kerja alami otak kita, sehingga dapat mengoptimalkan seluruh potensi dan kapasitas otak manusia.
3. Melvin L. Silberman, Mind Mapping adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide, mencatat pelajaran atau merencanakan penelitian baru.
4. Bobby De Porter, Mind Mapping (Peta Pikiran) adalah pemanfaatan keseluruhan otak dengan menggunakan Citra Visual dan grafis lainya untuk membentuk kesan antara otak kiri dan otak kanan yang ikut terlibat sehingga mempermudah memasukkan informasi ke dalam otak.

Dari pemaparan diatas dapat kesimpulan bahwa metode Mind Mapping adalah suatu teknik mencatat yang dapat memetakan pikiran yang kreatif dan efektif serta memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak baik belahan otak kanan atau belahan otak kiri yang terdapat didalam diri seseorang. Dengan menggunakan metode Mind Mapping dapat menghasilkan catatan yang memberikan banyak informasi dalam satu halaman. Sehingga dengan metode Mind
Mapping daftar informasi yang panjang bisa dialihkan menjadi petakan yang berwarna-warni, sangat teratur dan mudah diingat yang selaras dengan cara kerja alami otak.

Sabtu, 05 Maret 2016

MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY



MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY


Pengertian model pembelajaran inquiry

“Inkuiri yang dalam bahasa inggris inquiry, berarti pertanyaan, pemeriksaan penyelidikan. Inkuiri sebagai suatu proses umum yang dilakukan untuk mencari atau memahami informasi.

Menurut E. Mulyasa inquiry adalah cara menyadari apa yang telah dialami. Sistem belajar mengajar ini menurut siswa berpikir. Model pembelajaran ini menempatkan siswa pada situasi yang melibatkan mereka pada kegiatan intelektual, dan memproses pengalaman belajar menjadi sesuatu yang bermakna.

Sedangkan menurut Gulo dalam bukunya Trianto mendesain model pembelajaran inovatif progresif inquiry adalah suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

Tujuan dan manfaat model pembelajaran inquiry

Seorang guru menggunakan model pembelajaran inquiry dengan tujuan agar siswa terangsang oleh tugas, dan aktif mencari serta meneliti pemecahan masalah itu sendiri, mencari sumber dan belajar bersama di dalam kelompok. Diharapkan juga siswa mampu mengemukakan pendapatnya, berdebat, menyanggah, dan memperhatikan pendapatnya, menumbuhkan sikap obyektif, jujur, hasrat ingin tahu, terbuka dan lain sebagainya.

METODE RESITASI



METODE RESITASI


Pengertian Metode Resitasi

Pemberian tugas atau resitasi adalah terjemahan dari bahasa Inggris to cite yang artinya mengutip, yaitu siswa mengutip atau mengambil sendiri bagian-bagian pelajaran itu dari buku-buku tertentu, lalu belajar sendiri dan berlatih hingga siap sebagaimana mestinya. Adapun pengertian lain metode resitasi adalah cara menyajikan bahan pelajaran di mana guru memberikan sejumlah tugas terhadap murid-muridnya untuk mempelajari sesuatu, kemudian mereka disuruh untuk mempertanggungjawabkannya. Tugas yang diberikan oleh guru bisa berbentuk memperbaiki, memperdalam, mengecek, mencari informasi, atau menghafal pelajaran yang akhirnya membuat kesimpulan tertentu.

Metode ini populer dengan sebutan pekerjaan rumah (PR), sebetulnya bukan hanya di rumah, tetapi dapat dikerjakan di sekolah, di halaman, di perpustakaan, laboratorium, ruang-ruang praktikum dan lain sebagainya untuk kemudian dipertanggung jawabkan kepada guru.

Dengan kata lain, pengertian metode resitasi tidak dibatasi oleh tempat di mana siswa mengerjakannya namun lebih merujuk pada tujuan pemberian tugas dalam kegiatan belajar mengajar.

Fungsi Metode Resitasi

Teknik metode resitasi biasanya digunakan dengan tujuan agar siswa memiliki hasil belajar yang lebih mantap, karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama melakukan tugas. Menurut Roestiyah, bahwa dengan resitasi, maka siswa terangsang untuk meningkat belajar yang lebih baik, memupuk inisiatif dan berani

Jumat, 04 Maret 2016

METODE PERMAINAN KARTU BERGAMBAR



METODE PERMAINAN KARTU BERGAMBAR



Permainan merupakan alat bagi anak untuk menjelajahi dunia, dari apa yang tidak dikenali sampai apa yang diketahui, dan dari yang tidak dapat diperbuat sampai mampu melakukan. Bermain merupakan kegiatan yang sangat penting bagi anak seperti halnya kebutuhan terhadap makanan bergizi dan kesehatan untuk pertumbuhannya. Cohen (dalam Sugiarsih, 2010: 5) juga menganggap bahwa bermain merupakan pengalaman belajar. Bermain bagi anak memiliki nilai dan ciri yang penting dalam kemajuan perkembangan kehidupan sehari-hari.

Permainan merupakan aktivitas yang bersifat simbolik, yang menghadirkan kembali realitas dalam bentuk pengandaian misalnya bagaimana jika, atau apakah jika yang penuh makna. Dalam hal ini permainan dapat menghubungkan pengalaman-pengalaman menyenangkan atau mengasyikkan, bahkan ketika siswa terlibat dalam permainan secara serius dan menegangkan sifat sukarela dan motivasi datang dari dalam diri siswa sendiri secara spontan. Permainan memiliki ciri-ciri sebagai berikut; (1) adanya seperangkat pengetahuan yang eksplisit yang mesti diindahkan oleh para pemain, (2) adanya tujuan yang harus dicapai pemain atau tugas yang mesti dilaksanakan.

Permainan bahasa merupakan permainan untuk memperoleh kesenangan dan untuk melatih keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca dan menulis). Apabila suatu permainan menimbulkan kesenangan tetapi tidak memperoleh keterampilan berbahasa tertentu, maka permainan tersebut bukan permainan bahasa. Sebaliknya, apabila suatu kegiatan melatih keterampilan bahasa tertentu, tetapi tidak ada unsur kesenangan maka bukan disebut permainan bahasa.

Permainan Kartu Bergambar dapat memberikan suatu situasi belajar yang santai dan menyenangkan. Siswa dengan aktif dilibatkan dan dituntut untuk memberikan tanggapan dan keputusan. Dalam memainkan suatu permainan, siswa dapat melihat sejumlah kata berkali-kali, namun tidak dengan cara yang membosankan. Guru perlu banyak memberikan sanjungan dan semangat. Hindari kesan bahwa siswa melakukan kegagalan. Jika permainan sukar dilakukan oleh siswa, maka guru perlu membantu agar siswa merasa senang dan berhasil dalam belajar.

MEDIA GAMBAR BERSERI



MEDIA GAMBAR BERSERI



Gambar berseri merupakan sejumlah gambar yang menggambarkan suasana yang sedang diceritakan dan menunjukkan adanya kesinambungan antara gambar yang satu dengan lainnya, sedangkan gambar lepas merupakan gambar yang menunjukkan situasi ataupun tokoh dalam cerita yang dipilih untuk menggambarkan situasi-situasi tertentu, antara gambar satu dengan lainnya tidak menunjukkan kesinambungan.

Sesuai penjelasan diatas, dapat disimpulkan pengertian media gambar berseri adalah media pembelajaran yang digunakan oleh guru yang berupa gambar datar yang mengandung cerita, dengan urutantertentu sehingga antara satu gambar dengan gambar yang lain memiliki hubungan cerita dan membentuk satu kesatuan. Media gambar berseri merupakan golongan atau jenis media visual gambar datar.

Media gambar memiliki kelebihan sebagai berikut:
1.    Umumnya murah harganya, media gambar menggunakan kertas sebagai bahan baku sehingga harga relalif murah.
2.    Mudah didapat, untuk mendapatkannya guru bisa menggandakan dengan cara memfotokopi.
3.    Mudah digunakannya, penggunaan media ini cukup dilihat dengan mata saja tanpa ada pengguaan alat lain sebagai penyerta.

Selasa, 01 Maret 2016

METODE READING ALOAD



Metode Reading Aloud

Metode Reading Aloud merupakan strategi membaca dengan keras, yang mana strategi ini dapat membantu peserta didik untuk memfokuskan perhatian secara mental, menimbulkan pertanyaan-pertanyaan serta merangsang minat untuk diskusi, strategi ini mempunyai efek pada pemusatan perhatian dan membuat suatu kelompok kohesif (saling berhubungan), adapun prosedur asli dari strategi ini adalah sebagai berikut:
a)    Guru memilih sebuah teks yang cukup menarik untuk dibaca dengan suara keras, misalnya tentang qurban, guru hendaknya membatasi dengan pilihan teks yang kurang dari 500 kata.
b)    Guru menjelaskan teks tersebut pada siswa secara singkat dan hanya menjelaskan poin-poin penting atau masalah-masalah pokok yang sedang diangkat.
c)    Guru membagi teks tersebut dengan alenia-alenia atau beberapa cara lain, guru meminta sukarelawan untuk membacakan teks tersebut dengan suara keras. 
d) Ketika bacaan tersebut berjalan, guru berhak menghentikan diberbagai kalimat untuk menekankan beberapa poin tertentu dan diakhiri dengan pemberian kesimpulan, klarifikasi dan tindak lanjut oleh guru