Selasa, 22 Maret 2016

MODEL PEMBELAJARAN PARTISIPATIF




MODEL PEMBELAJARAN PARTISIPATIF

Pengertian Model Pembelajaran Partisipatif.

Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning) ”merupakan model pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran”. Pembelajaran partisipatif pada intinya dapat diartikan sebagai upaya atau cara pendidik untuk mengikut sertakan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran yang meliputi tiga tahap, yaitu tahap perencanaan program, pelaksanaan program dan penilaian program. Ketiga tahapan-tahapan tersebut dapat diuraikan penjelasannya sebagai berikut :

a. Tahap perencanaan (Program Planning) adalah keterlibatan peserta didik dalam kegiatan mengidentifikasi kebutuhan belajar, permasalahan, sumber-sumber atau potensi yang tersedia dan kemungkinan hambatan dalam pembelajaran.

b. Tahap pelaksanaan program (Program Implementation) adalah keterlibatan peserta didik dalam menciptakan iklim yang kondusif untuk belajar. Dimana salah satu iklim yang kondusif untuk kegiatan belajar adalah pembinaan hubungan antara peserta didik, dan antara peserta didik dengan pendidik sehingga tercipta hubungan kemanusiaan yang terbuka, akrab, terarah, saling menghargai, saling membantu dan saling belajar.

c. Tahap penilaian program (Program Evaluation) adalah keterlibatan peserta didik dalam penilaian pelaksanaan pembelajaran maupun untuk penilaian program pembelajaran. Penilaian pelaksanaan pembelajaran mencakup penilaian terhadap proses, hasil dan dampak pembelajaran.

Dalam dunia pendidikan banyak dijumpai berbagai model pembelajaran yang masing-masing berciri khas berbeda-beda, untuk mengidentifikasi bahwa suatu pembelajaran dikatakan menggunakan model pembelajaran partisipatif dapat diketahui melalui tingkat keikutsertaan peserta didik dalam pembelajaran dan kerjasama sosial antar peserta didik dan pendidik. Disamping itu terdapat indikator-indikator yang menunjukkan ciri-ciri model pembelajaran partisipatif seperti yang dikemukakan oleh E.Mulyasa dengan meminjam pemikiran Knowles, Dia menyebutkan indikator pembelajaran partsipatif, yaitu :

Jumat, 18 Maret 2016

METODE CONCEPT MAP



METODE CONCEPT MAP



Pengertian Metode Concept Map

Mind map/concept map adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak. Mind Map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan “memetakan” pikiran-pikiran kita. Mind map juga sangat sederhana.

Adapun yang dimaksud peta konsep adalah ilustrasi grafis konkret yang mengidentifikasikan bagaimana sebuah konsep tunggal dihubungkan pada konsep-konsep lainnya pada kategori yang sama. Agar pemahaman terhadap peta konsep lebih jelas, maka Dahar (1989) yang dikutip oleh Trianto, mengemukakan ciri-ciri peta konsep sebagai berikut:

1) Peta konsep atau pemetaan konsep adalah suatu cara untuk memperlihatkan konsep-konsep dan proposisi-proposisi suatu bidang studi, apakah itu bidang studi fisika, kimia, biologi, matematika. Dengan menggunakan peta konsep, siswa dapat melihat bidang studi itu lebih jelas dan mempelajari bidang studi itu lebih bermakna.

2) Suatu peta konsep merupakan gambar dua dimensi dari suatu bidang studi, atau suatu bagian dari bidang studi. Ciri inilah yang dapat memperlihatkan hubungan-hubungan proporsional nyata konsep-konsep.

3) Tidak semua konsep mempunyai bobot yang sama. Ini berarti ada konsep yang lebih inklusif dari pada konsep-konsep yang lain.

4) Bila dua atau lebih konsep digambarkan dibawah suatu konsep yang lebih inklusif, terbentuklah suatu hierarki pada peta konsep tersebut.

Minggu, 13 Maret 2016

METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA



METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA


Pengertian metode pembelajaran tutor sebaya

Metode tersebut merupakan pembelajaran yang dilakukan dalam kelompok kecil dengan seorang peserta didik yang prestasinya lebih tinggi dalam kelompoknya itu memberi bantuan atau menjadi pendidik bagi peserta didik yang lain yang sekelompok. Karena dengan bantuan teman sebaya dapat menghilangkan kecanggungan. Bahasa teman sebaya juga lebih mudah dipahami, dan di antara mereka tidak ada rasa segan, rendah diri dan malu. Jadi proses belajarnya dapat berjalan lebih efektif.

Pembelajaran Tutor Sebaya dalam Kelompok Kecil

Ciri-ciri kelompok, yaitu:
1) Mempunyai keanggotaan yang jelas.
2) Ada kesadaran kelompok
3) Mempunyai tujuan bersama.
4) Saling bergantung dalam memenuhi kebutuhan.
5) Ada interaksi dan komunikasi antar anggota.
6) Ada tindakan bersama.

Kamis, 10 Maret 2016

NUMBERED HEADS TOGETHER



NUMBERED HEADS TOGETHER



Numbered Head Together (NHT) atau penomoran berpikir bersama adalah jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional. Numbered head together (NHT) Pertama kali dikembangkan oleh Spencer Kagan (1993) untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.

Numbered Heads Together (NHT) merupakan suatu tipe model pembelajaran kooperatif yang merupakan struktur sederhana dan terdiri atas beberapa tahapan yang digunakan untuk mereview fakta-fakta dan informasi dasar yang berfungsi untuk mengatur interaksi diantara siswa.

Number Head Together merupakan suatu model pembelajaran yang lebih mengedepankan kepada aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya dipresentasikan di depan kelas. Dalam mempresentasikan hasil diskusi semua siswa diberi nomor sehingga siswa harus terus mengikuti diskusi untuk menyelesaikan soal dan benar-benar menguasai jawaban. Karena setiap siswa mempunyai kemungkinan nomornya akan dipanggil oleh guru untuk mempresentasikan hasil diskusi.

METODE SOSIODRAMA




METODE SOSIODRAMA




Metode Sosiodrama adalah bentuk metode mengajar dengan mendramakan atau memerankan cara tingkah laku di dalam hubungan sosial. Metode Sosiodrama dapat memberikan penghayatan yang lebih luas kepada siswa terhadap materi pelajaran. Misalnya: dalam menerangkan bagaimana sikap teguh pendirian dan dermawan seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari dan lain sebagainya.

Metode sosiodrama dan bermain peran cocok digunakan bila mana :
a. Pelajaran dimaksudkan untuk menerangkan peristiwa yang dialami dan menyangkut orang banyak berdasarkan pertimbangan didaktis.
b. Pelajaran tersebut dimaksudkan untuk melatih siswa agar menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat psikologis.
c. Untuk melatih siswa agar dapat bergaul dan memberikan kemungkinan bagi pemahaman terhadap orangkain beserta permasalahannya.

Beberapa kelebihan dari metode sosiodrama, yaitu :
a. Melatih anak untuk mendramatisasikan sesuatu serta melatih keberanian.
b. Metode ini akan lebih menarik perhatian anak, sehingga suasana kelas lebih hidup.
c. Anal-anak dapat menghayati suatu peristiwa, sehingga mudah mengambil kesimpulan berdasarkan penghayatannya sendiri.

Selasa, 08 Maret 2016

METODE SMALL GROUP DISCUSSION



METODE SMALL GROUP DISCUSSION


Pengertian Metode Small Group Discussion

Small group discussion adalah proses pembelajaran dengan melakukan diskusi kelompok kecil tujuannya agar peserta didik memiliki ketrampilan memecahkan masalah terkait materi pokok dan persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Small group discussion juga berarti proses penglihatan dua atau lebih individu yang berinteraksi secara global dan saling berhadapan muka mengenai tujuan atau sasaran yang sudah tertentu melalui tukar menukar informasi, mempertahankan pendapat atau pemecahan masalah.

Small group discussion sebagaimana pembelajaran kelompok lainnya memiliki unsur-unsur yang saling terkait, yakni:
1) Saling ketergantungan positif (positive interdependence).
Cooperative learning menghendaki adanya ketergantungan positif saling membantu dan saling memberikan motivasi sehingga ada interaksi diantara siswa.

2) Akuntabilitas individual (individual accountability)
Small group discussion menuntut adanya akuntabilitas individual yang mengukur penguasaan bahan belajar tiap anggota kelompok, dan diberi balikan tentang prestasi belajar anggotaanggotanya sehingga mereka saling mengetahui rekan yang memerlukan bantuan. Berbeda dengan kelompok tradisional, akuntabilitas individual sering diabaikan sehingga tugas-tugas sering dikerjakan oleh sebagian anggota. Dalam small group discussion, siswa harus bertanggungjawab terhadap tugas yang diemban masing-masing anggota.

3) Tatap muka ( face to face interaction )
Small group discussion menuntut semua anggota dalam kelompok belajar dapat saling tatap muka sehingga mereka dapat berdialog tidak hanya dengan guru tapi juga bersama dengan
teman. Interaksi semacam itu memungkinkan anak-anak menjadi sumber belajar bagi sesamanya. Hal ini diperlukan karena siswa sering merasa lebih mudah belajar dari sesamanya dari pada dari
guru.

METODE ROLE PLAYING



METODE ROLE PLAYING
 


Pengertian Metode Role Playing

Role-play adalah suatu aktifitas pembelajaran terencana yang dirancang untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang spesifik. Role-play berdasarkan pada tiga aspek utama dari pengalaman peran dalam kehidupan sehari-hari:
1) Mengambil peran (Role-taking), yaitu tekanan ekspektasiekspektasi sosial terhadap pemegang peran, contoh: berdasar pada hubungan keluarga (apa yang harus dikerjakan anak perempuan), atau berdasar juga tugas jabatan(bagaimana seorang agen polisi harus bertindak)dalam situasi-situasi sosial.
2) Membuat peran (Role-making), yaitu kemampuan pemegang peran untuk berubah secara dramatis dari satu peran ke peran yang lain dan menciptakan serta memodifikasi peran sewaktu-waktu diperlukan
3) Tawar-menawar peran (Role-negotiation), yaitu: tingkat dimana peran-peran dinegosiasikan dengan pemegang-pemegang peran yang lain dalam parameter dan hambatan interaksi sosial.

Dalam Role-play, peserta melakukan tawar-menawar antara ekspektuasi-ekspektasi sosial suatu peran tertentu, interpretasi dinamika mereka tentang peran tersebut, dan tingkat dimana orang lain menerima pandangan mereka tentang peran tersebut. Sebagaimana peserta didik yang memiliki pengalaman peran dalam kehidupan biasanya dapat melakukan Role-play.

Bermain peran pada prinsipnya merupakan metode untuk menghadirkan peran-peran yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu pertunjukan peran di dalam kelas pertemuan yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta memberikan penilaian. Metode ini lebih menekankan terhadap masalah yang diangkat dalam pertunjukan dan bukan pada kemampuan pemain dalam melakukan permainan peran. Bermain peran memiliki beragam keuntungan yaitu tidak membutuhkan banyak biaya dan membuat seorang anak belajar untuk mempraktikkan sebuah perilaku atau keahlian.

Senin, 07 Maret 2016

METODE PEMBELAJARAN READING GUIDE



METODE PEMBELAJARAN READING GUIDE


Pengertian Metode Pembelajaran Reading Guide

Ditinjau dari segi etimologi (bahasa), metode berasal dari bahasa Yunani, yaitu “methodos”. kata ini terdiri dari dua suku kata, yaitu “metha” yang berarti melalui atau melewati, dan “hodos” yang berarti jalan atau cara. Maka methode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.1

Pembelajaran merupakan proses yang diselenggarakan oleh guru untuk membelajarkan peserta didik dalam belajar bagaimana memperoleh dan memproses pengetahuan , ketrampilan dan sikap. Metode Reading Guide adalah metode yang memandu peserta didik untuk membaca panduan yang disiapkan oleh guru sesuai dengan materi yang akan diajarkan dengan waktu yang sudah ditentukan, disisi lain guru juga akan memberi pertanyaan yang membahas seputar materi
yang telah dibaca peserta didik.2

Dengan metode pembelajaran Reading Guide ini diharapkan dapat tercipta pembelajaran yang kondusif. Metode pembelajaran Reading Guide ini bertujuan untuk membantu peserta didik lebih terfokus dan mudah dalam memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru. Melihat dari faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar, salah satunya adalah perhatian peserta didik dalam pembelajaran, maka di sini penulis menawarkan metode pembelajaran Reading Guide untuk memfokuskan perhatian peserta didik supaya dapat berkonsentrasi penuh dan mudah memahami pelajaran yang di sampaikan oleh guru. Konsentrasi berarti memusatkan perhatian kepada situasi belajar tertentu. Menghimpun dan mencurahkan segenap daya mental untuk mempelajari sesuatu berarti merupakan belajar yang sebenarnya. Makin kuat konsentrasi, makin efektiflah belajar itu.3 Dengan konsentrasi dan pemahaman peserta didik maka prestasi belajar akan meningkat.

Langkah-langkah Metode Pembelajaran Reading Guide

METODE PEMBELAJARAN GALLERY WALK (PAMERAN BERJALAN)



METODE PEMBELAJARAN GALLERY WALK (PAMERAN BERJALAN)



Pengertin Metode Gallery walk

Gallery Walk terdiri dari dua kata yaitu Gallery dan Walk. Gallery adalah pameran. Pameran merupakan kegiatan untuk memperkenalkan produk, karya atau gagasankepada khalayak ramai. Sedangkan Walk artinya berjalan, melangkah. Menurut Silberman, Gallery walk (Pameran berjalan) merupakan suatu cara untuk menilai dan mengingat apa yang telah siswa pelajari selama ini. Berdasarkan uraian tersebut, Gallery Walk ( Pameran berjalan ) merupakan suatu metode pembelajaran yang mampu mengakibatkan daya emosional siswa untuk menemukan pengetahuan baru dan dapat mempermudah daya ingat jika sesuatu yang ditemukan itu dilihat secara langsung. Gallery Walk ( Pameran berjalan ) juga dapat memotivasi keaktivan siswa dalam proses belajar sebab bila sesuatu yang baru ditemukan berbeda antara satu dengan yang lainnya maka dapat saling mengkoreksi antara sesama siswa baik kelompok maupun antar siswa itu sendiri.

Dengan menggunakan Gallery walk ( Pameran berjalan ) dapat mengatasi kendala-kendala pembelajaran seperti materi pelajaran diserap oleh siswa secara tidak maksimal sehingga hasil belajar siswapun belum maksimal, karena metode ini dapat mengefisienkan waktu pelajaran dan siswa dapat lebih mudah memahami pelajaran karena strategi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat suatu karya dan melihat langsung kekurangpahamannya dengan materi tersebut dengan melihat hasil karya teman yang lainnya dan dapat saling mengisi kekurangannya itu.

Metode Gallery Walk ( Pameran berjalan ) adalah metode pembelajaran yang menuntut siswa untuk membuat suatu daftar baik berupa gambar maupun skema sesuai hal- hal apa yang ditemukan atau diperoleh pada saat diskusi di setiap kelompok untuk dipajang di depan kelas. Setiap kelompok menilai hasil karya kelompok lain yang digalerikan, kemudian dipertanyakan pada saat diskusi kelompok dan ditanggapi. Penggalerian hasil kerja dilakukan pada saat siswa telah mengerjakan tugasnya. Setelah semua kelompok melaksanakan tugasnya, guru memberi kesimpulan dan klarifikasi sekiranya ada yang perlu diluruskan dari pemahaman siswa. Dengan demikian mereka dapat belajar dengan lebih menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan bisa tercapai.

Langkah-langkah Metode Gallery walk

METODE MIND MAPPING(PETA PIKIRAN)



METODE MIND MAPPING(PETA PIKIRAN)


Pengertian Mind Mapping (Peta Pikiran)

Metode Mind Mapping pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Tony Buzan pada awal tahun 1970-an. Para ahli mengemukakan definisi Mind Mapping diantaranya sebagai berikut :
1. Tony Buzan dalam bukunya “Buku Pintar Mind Mapp”, Mind Mapping adalah suatu cara mencatat yang kreatif, efektif dan secara harfiah akan menmetakan pikiran-pikiran.
2. Caroline Edward, Mind Mapping adalah cara paling efektif dan efisien untuk memasukan, menyimpan dan mengeluarkan data dari atau ke otak. Sistem ini bekerja sesuai cara kerja alami otak kita, sehingga dapat mengoptimalkan seluruh potensi dan kapasitas otak manusia.
3. Melvin L. Silberman, Mind Mapping adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide, mencatat pelajaran atau merencanakan penelitian baru.
4. Bobby De Porter, Mind Mapping (Peta Pikiran) adalah pemanfaatan keseluruhan otak dengan menggunakan Citra Visual dan grafis lainya untuk membentuk kesan antara otak kiri dan otak kanan yang ikut terlibat sehingga mempermudah memasukkan informasi ke dalam otak.

Dari pemaparan diatas dapat kesimpulan bahwa metode Mind Mapping adalah suatu teknik mencatat yang dapat memetakan pikiran yang kreatif dan efektif serta memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak baik belahan otak kanan atau belahan otak kiri yang terdapat didalam diri seseorang. Dengan menggunakan metode Mind Mapping dapat menghasilkan catatan yang memberikan banyak informasi dalam satu halaman. Sehingga dengan metode Mind
Mapping daftar informasi yang panjang bisa dialihkan menjadi petakan yang berwarna-warni, sangat teratur dan mudah diingat yang selaras dengan cara kerja alami otak.

Sabtu, 05 Maret 2016

MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY



MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY


Pengertian model pembelajaran inquiry

“Inkuiri yang dalam bahasa inggris inquiry, berarti pertanyaan, pemeriksaan penyelidikan. Inkuiri sebagai suatu proses umum yang dilakukan untuk mencari atau memahami informasi.

Menurut E. Mulyasa inquiry adalah cara menyadari apa yang telah dialami. Sistem belajar mengajar ini menurut siswa berpikir. Model pembelajaran ini menempatkan siswa pada situasi yang melibatkan mereka pada kegiatan intelektual, dan memproses pengalaman belajar menjadi sesuatu yang bermakna.

Sedangkan menurut Gulo dalam bukunya Trianto mendesain model pembelajaran inovatif progresif inquiry adalah suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

Tujuan dan manfaat model pembelajaran inquiry

Seorang guru menggunakan model pembelajaran inquiry dengan tujuan agar siswa terangsang oleh tugas, dan aktif mencari serta meneliti pemecahan masalah itu sendiri, mencari sumber dan belajar bersama di dalam kelompok. Diharapkan juga siswa mampu mengemukakan pendapatnya, berdebat, menyanggah, dan memperhatikan pendapatnya, menumbuhkan sikap obyektif, jujur, hasrat ingin tahu, terbuka dan lain sebagainya.

METODE RESITASI



METODE RESITASI


Pengertian Metode Resitasi

Pemberian tugas atau resitasi adalah terjemahan dari bahasa Inggris to cite yang artinya mengutip, yaitu siswa mengutip atau mengambil sendiri bagian-bagian pelajaran itu dari buku-buku tertentu, lalu belajar sendiri dan berlatih hingga siap sebagaimana mestinya. Adapun pengertian lain metode resitasi adalah cara menyajikan bahan pelajaran di mana guru memberikan sejumlah tugas terhadap murid-muridnya untuk mempelajari sesuatu, kemudian mereka disuruh untuk mempertanggungjawabkannya. Tugas yang diberikan oleh guru bisa berbentuk memperbaiki, memperdalam, mengecek, mencari informasi, atau menghafal pelajaran yang akhirnya membuat kesimpulan tertentu.

Metode ini populer dengan sebutan pekerjaan rumah (PR), sebetulnya bukan hanya di rumah, tetapi dapat dikerjakan di sekolah, di halaman, di perpustakaan, laboratorium, ruang-ruang praktikum dan lain sebagainya untuk kemudian dipertanggung jawabkan kepada guru.

Dengan kata lain, pengertian metode resitasi tidak dibatasi oleh tempat di mana siswa mengerjakannya namun lebih merujuk pada tujuan pemberian tugas dalam kegiatan belajar mengajar.

Fungsi Metode Resitasi

Teknik metode resitasi biasanya digunakan dengan tujuan agar siswa memiliki hasil belajar yang lebih mantap, karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama melakukan tugas. Menurut Roestiyah, bahwa dengan resitasi, maka siswa terangsang untuk meningkat belajar yang lebih baik, memupuk inisiatif dan berani

Jumat, 04 Maret 2016

METODE PERMAINAN KARTU BERGAMBAR



METODE PERMAINAN KARTU BERGAMBAR



Permainan merupakan alat bagi anak untuk menjelajahi dunia, dari apa yang tidak dikenali sampai apa yang diketahui, dan dari yang tidak dapat diperbuat sampai mampu melakukan. Bermain merupakan kegiatan yang sangat penting bagi anak seperti halnya kebutuhan terhadap makanan bergizi dan kesehatan untuk pertumbuhannya. Cohen (dalam Sugiarsih, 2010: 5) juga menganggap bahwa bermain merupakan pengalaman belajar. Bermain bagi anak memiliki nilai dan ciri yang penting dalam kemajuan perkembangan kehidupan sehari-hari.

Permainan merupakan aktivitas yang bersifat simbolik, yang menghadirkan kembali realitas dalam bentuk pengandaian misalnya bagaimana jika, atau apakah jika yang penuh makna. Dalam hal ini permainan dapat menghubungkan pengalaman-pengalaman menyenangkan atau mengasyikkan, bahkan ketika siswa terlibat dalam permainan secara serius dan menegangkan sifat sukarela dan motivasi datang dari dalam diri siswa sendiri secara spontan. Permainan memiliki ciri-ciri sebagai berikut; (1) adanya seperangkat pengetahuan yang eksplisit yang mesti diindahkan oleh para pemain, (2) adanya tujuan yang harus dicapai pemain atau tugas yang mesti dilaksanakan.

Permainan bahasa merupakan permainan untuk memperoleh kesenangan dan untuk melatih keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca dan menulis). Apabila suatu permainan menimbulkan kesenangan tetapi tidak memperoleh keterampilan berbahasa tertentu, maka permainan tersebut bukan permainan bahasa. Sebaliknya, apabila suatu kegiatan melatih keterampilan bahasa tertentu, tetapi tidak ada unsur kesenangan maka bukan disebut permainan bahasa.

Permainan Kartu Bergambar dapat memberikan suatu situasi belajar yang santai dan menyenangkan. Siswa dengan aktif dilibatkan dan dituntut untuk memberikan tanggapan dan keputusan. Dalam memainkan suatu permainan, siswa dapat melihat sejumlah kata berkali-kali, namun tidak dengan cara yang membosankan. Guru perlu banyak memberikan sanjungan dan semangat. Hindari kesan bahwa siswa melakukan kegagalan. Jika permainan sukar dilakukan oleh siswa, maka guru perlu membantu agar siswa merasa senang dan berhasil dalam belajar.

MEDIA GAMBAR BERSERI



MEDIA GAMBAR BERSERI



Gambar berseri merupakan sejumlah gambar yang menggambarkan suasana yang sedang diceritakan dan menunjukkan adanya kesinambungan antara gambar yang satu dengan lainnya, sedangkan gambar lepas merupakan gambar yang menunjukkan situasi ataupun tokoh dalam cerita yang dipilih untuk menggambarkan situasi-situasi tertentu, antara gambar satu dengan lainnya tidak menunjukkan kesinambungan.

Sesuai penjelasan diatas, dapat disimpulkan pengertian media gambar berseri adalah media pembelajaran yang digunakan oleh guru yang berupa gambar datar yang mengandung cerita, dengan urutantertentu sehingga antara satu gambar dengan gambar yang lain memiliki hubungan cerita dan membentuk satu kesatuan. Media gambar berseri merupakan golongan atau jenis media visual gambar datar.

Media gambar memiliki kelebihan sebagai berikut:
1.    Umumnya murah harganya, media gambar menggunakan kertas sebagai bahan baku sehingga harga relalif murah.
2.    Mudah didapat, untuk mendapatkannya guru bisa menggandakan dengan cara memfotokopi.
3.    Mudah digunakannya, penggunaan media ini cukup dilihat dengan mata saja tanpa ada pengguaan alat lain sebagai penyerta.

Selasa, 01 Maret 2016

METODE READING ALOAD



Metode Reading Aloud

Metode Reading Aloud merupakan strategi membaca dengan keras, yang mana strategi ini dapat membantu peserta didik untuk memfokuskan perhatian secara mental, menimbulkan pertanyaan-pertanyaan serta merangsang minat untuk diskusi, strategi ini mempunyai efek pada pemusatan perhatian dan membuat suatu kelompok kohesif (saling berhubungan), adapun prosedur asli dari strategi ini adalah sebagai berikut:
a)    Guru memilih sebuah teks yang cukup menarik untuk dibaca dengan suara keras, misalnya tentang qurban, guru hendaknya membatasi dengan pilihan teks yang kurang dari 500 kata.
b)    Guru menjelaskan teks tersebut pada siswa secara singkat dan hanya menjelaskan poin-poin penting atau masalah-masalah pokok yang sedang diangkat.
c)    Guru membagi teks tersebut dengan alenia-alenia atau beberapa cara lain, guru meminta sukarelawan untuk membacakan teks tersebut dengan suara keras. 
d) Ketika bacaan tersebut berjalan, guru berhak menghentikan diberbagai kalimat untuk menekankan beberapa poin tertentu dan diakhiri dengan pemberian kesimpulan, klarifikasi dan tindak lanjut oleh guru

Minggu, 28 Februari 2016

METODE CARD SORT



METODE CARD SORT



Pengertian Metode Card Sort

Metode, ditinjau dari etimologisnya metode berasal dari bahasa Yunani yaitu “methodos”. Maka metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan. Dalam pemakaian yang umum, metode diartikan sebagai cara melakukan suatu pekerjaan dengan menggunakan fakta dan konsep-konsep secara sistimatis. Dalam pandangan filosofis pendidikan, misalnya suatu metode tertentu pada suatu situasi kondisi tertentu dapat digunakan untuk membangun atau memperbaiki. Dari kegunaannya dapat bergantung pada si pemakai, bentuk dan kemampuan metode sebagai alat dalam pembelajaran.

Sebaliknya monoprakmatis bilamana metode tersebut mengandung satu macam, kegunaan untuk satu macam tujuan penggunaan implikasi yang bersifat konsisten, sistimatis, dan kebermaknaan menurut kondisi sasarannya, sehingga pendidik dituntut untuk berhati-hati dalam penerapannya.

Metode Card Sort merupakan metode yang menciptakan kondisi pembelajaran yang bersifat kerjasama, saling menolong dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan lewat permainan kartu. Menurut Hisyam Zaini, dalam bukunya Strategi Pembelajaran Aktif, metode card sort merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengerjakan konsep, karakteristik, klasifikasi, fakta, tentang objek atau mereview informasi. Metode ini juga menekankan terhadap gerakan fisik, yang diutamakan dapat membantu untuk memberi energi kepada suasana kelas yang mulai jenuh. Karena aktifitas pembelajaran yang sangat padat.